Trihidayanda's Weblog

RASA KARYA dan CINTA seorang Hamba Allah

Mengapa Pesantren, Bi ?

Mengapa Pesantren, Bi ?

Masih tentang sekolah Rara, Beberapa hari setelah pengumuman diterimanya Rara di Boarding school, kami (saya dan umminya anak anak)  merasa perlu menjelaskan pada Rara berapa biaya sebenarnya yang harus kami keluarkan untuk bisa menyekolahkan dia ke sekolah yang dia dan kami inginkan, serta alasan apa yang melatar belakangi kami igin menyekolahkan dia di sekolah Boarding (pesantren), agar dia bisa memahami  dan nantinya tidak menyia-nyiakan harapan kami. Kami juga jelaskan kenapa kami tidak masukkan dia di sekolah umum atau sekolah lain yang lebih murah. (Sebenarnya saya tadinya ingin Rara mulai masuk pesantren saat dia ditingkatan SMP, namun Rara dan Umminya belum merasa siap untuk terpisah, akhirnya selama waktu SMP, dia kami sosialisasikan dan siapkan untuk di SMA nanti telah siap di pesantren.)

Mungkin malam itu Rara berfikir dan merenungkan apa yang kita bicarakan sebelumnya, sehingga besok paginya dia berkata pada umminya apa nggak sebaiknya dia sekolah di sekolah yang lebih murah, karena setelah dia perhitungkan biaya yang harus kami keluarkan selama 3 tahun dia bersekolah di sekolah tersebut, dia menjadi berfikir panjang, sungguh besar biaya yang harus dikeluarkan (wowww…, Alhamdulillah anakku sudah mulai bisa berfikir tentang pengorbanan yang akan dikeluarkan orang tuanya untuk dirinya, karena mungkin selama ini dia menyangka kami adalah orang tua yang pelit dibandingkan dengan temen temannya yang mau minta apa saja diberi).

Anakku, Abi dan Ummi menaruh harapan yang besar di pundakmu, semua yang kami lakukan selama ini, berusaha berhemat dan menabung, semata mata adalah untuk dapat memberikan pada kalian buah hati kami pendidikan yang layak…., Untuk itu kami ikhlas menahan semua keinginan keinginan kami, yang sebenarnya insyaAllah kami saggup untuk membelinya, dan kami kumpulkan untuk bisa menjamin pendidikan yang kami berikan pada kalian adalah pendidikan yang terbaik yang kami mampu berikan. Karena ini semua adalah amanah dari Allah yang dibebankan kepada kami sebagai orang tua.

Rara anakku, Rara pernah bertanya kenapa kok Abi dan Umi susah susah banget mencarikan Rara pesantren / boarding school yang biayanya sangat mahal, kenapa tidak masuk SMA saja atau masuk SMA RSBI saja yang juga baik ? toh peluangnya masuk Universitas juga besar, apalagi kayak SMA-1 sepertihalnya teman teman Rara yang lain ?. Abi dan Umi juga faham bahwa sebenarnya Rara pada awalnya sebenarnya juga menginginkan masuk SMA biasa seperti hal nya temen temen Rara yang lain.

Anakku, Semua jalur normal yang Rara katakan sekarang ini Alhamdulillah telah kami jalankan dan kami sudah mengerti bagaimana keadaannya dan bagaimana ujungnya. Kalau Rara mengikuti jalan tersebut, maka Rara akan selalu tertinggal dibelakang kami, bahkan mungkin saja tidak akan lebih baik dari yang telah  kami jalankan, karena kita hidup pada zaman yang berbeda, dimana zaman yang Rara hadapi sekarang akan jauh lebih keras tingkat kompetisinya. Yang kami inginkan adalah Rara menjadi sosok yang lebih hebat dari kami berdua, memiliki bekal keilmuan dan keagamaan yang jauh lebih baik dari kami berdua pada saat kami memasuki jenjang kuliah.

Anakku, Persiapan yang kami maksud adalah persiapan Dunia dan Akhirat, bukan hanya dunia saja yang hanya bersifat sementara ini, tapi yang jauh lebih penting adalah akhirat. Untuk mendapatkan keduanya maka ananda perlu energi dan waktu yang extra , yang tidak disibukkan oleh kelelahan kelelahan karena harus pulang dan pergi ke sekolah. Rara bisa punya waktu yang cukup untuk bisa lebih mendalami pelajaran Agama disamping pelajaran umum.

Anakku, Kami sangat berharap kepada Allah setelah Rara tamat dari Pesantren nanti dapat menjadi seorang Hafizhah seperti harapan yang kami tompangkan pada namamu nak, (Mungkin harapan kami terlalu tinggi padamu Nak, kalaupun tidak 30 juz, beberapa belas Juz pun jadilah, itu lebih baik dari apa yang kami miliki sekarang), Karena dengan hafalanmu itulah nantinya yang akan mampu menyelamatkanmu dari sengatan api neraka, lebih jauh dari itu kami juga sangat berharap dengan hafalanmu itu jugalah nanti yang akan mampu untuk menolong abi dan ummi dari jilatan api neraka. Maafkan abi dan Ummimu nak, karena sesungguhnya itu adalah kewajiban kami untuk mengajarkan kepadamu, namun kami ternyata tidak mampu untuk melakukannya. Terlalu banyak alasan sampah yangtidak berguna yang dapat kami jadikan alasan, tapi semuanya tidak akan berarti dimata Allah. Mungkin inilah salah satu cara kami untuk menebus kesalahan kesalahan yang kami perbuat atas ketidak mampuan kami mengemban amanah Allah….

Anakku, yang pasti abi dan ummi menginginkan Rara menjadi orang yang lebih hebat dan lebih baik dari kami berdua, menguasai apa apa yang saat ini belum  kami kuasai dan miliki, yaitu menjadi seorang ilmuwan yang hafal alqur’an, menjadi seorang Ulil Albaab dan menyandarkan semua derap langkah kehidupannya berdasarkan tuntunan Al-qur’an. Kami tidak menginginkan balasan berupa limpahan harta dan kekayaan darimu kelak, tidak , bukan itu yang kami harapkan, kami hanya menginginkan engkau menjalani kehidupan berdasarkan tuntunan Al-Qur’an sehingga nanti diakhir hayat kami pada saat kami harus menghadap sang Khaliq, kami bisa membanggakanmu dihadapan sang Khaliq bahwa amanah yang diembankannya pada kami berdua telah dapat kami laksanakan dengan baik, kami berharap kami dapat menghadap Allah Rabbul ‘alamin denga kepala tegak sebagai makhluq yang bisa mengemban amanah, hanya itu saja nak, yang lain semuanya menjadi kecil dimata kami.

Semoga engkau mengerti anakku semua harapan abi dan ummi.

Advertisements

April 28, 2011 - Posted by | Qurrata A'yuun

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: